Categories
Info

Jika Atlet China Positif Doping, KOI Sebut Peringkat Indonesia Bisa Naik di Olimpiade 2020 Tokyo

JAKARTA – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, menyebut peringkat Indonesia bisa mengalami perubahan di Olimpiade 2020 Tokyo. Syaratnya, atlet angkat besi asal China terbukti positif memakai doping.

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

JAKARTA – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, menyebut peringkat Indonesia bisa mengalami perubahan di Olimpiade 2020 Tokyo. Syaratnya, atlet angkat besi asal China terbukti positif memakai doping.

Indonesia menutup penampilan di Olimpiade Tokyo dengan menempati posisi 55 dengan koleksi 5 medali, yaitu 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Jika dilihat secara ranking, posisi Indonesia turun 9 peringkat dibanding Olimpiade 2016 Rio de Janeiro kala Indonesia mendapatkan 1 medali emas dan 2 perak.

Baca juga: Karena Pandemi COVID-19, Peta Kekuatan Negara Peserta Olimpiade Tokyo 2020 Berubah

“Jika melihat peta kekuatan Asia Tenggara, Indonesia berada di ranking dua setelah Filipina. Tapi, Indonesia memiliki potensi kenaikan posisi medali dari cabang olahraga angkat besi,” ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Disebut Jadi Tukang Pijat di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Jawaban Dokter Tim Indonesia

“Perunggu (yang didapat) Windy Cantika Aisyah (kelas 49kg putri) berpotensi naik menjadi perak apabila peraih medali emas (asal China, Hou Zhihui) bisa dibuktikan doping,” tambah dia.

Ia melanjutkan, Olimpiade masa Covid-19 saat ini membuat peta persaingan berubah. Okto menjelaskanada sebanyak 93 (45,15%) negara dari 206 peserta yang berhasil memperoleh medali. Artinya, ada peningkatan 7 negara (3,6%) dibanding Olimpiade Rio.

Selain itu, dijelaskan Okto, ada 17 negara yang mendapatkan lompatan tajam dari Olimpide Rio. Seperti, Norwegia yang menempati ranking 20 di Tokyo dibanding sebelumnya 74 di Rio. Ada juga, Bułgaria (30 di Tokyo, 66 di Rio) dan Chinese Taipe (34 di Tokyo, 50 di Rio).