Categories
Info

Zarco Tak Incar Menang, Targetnya Cuma Finis di Podium Sebanyak Barangkali

MISANO – Pembalap Tim Reale Avintia Ducati, Johann Zarco dipastikan akan kembali mengendarai Desmosedici pada MotoGP 2021 nanti. Menariknya, Zarco menandatangani kontrak baru tersebut tanpa tahu tim Ducati mana yang akan dibelanya pada musim depan.

Zarco tak tahu apakan akan kembali berada di Avintia, Pramac, atau apalagi tim pabrikan Ducati. Satu peristiwa yang pasti, rider asal Prancis itu jelas dan sangat berniat dapat mendapatkan kesempatan di awak pabrikan.

Baca Serupa: Gara-Gara Lorenzo dan Zarco, Bagnaia Kesulitan Masuk Tim Pabrikan Ducati

Sebab dengan beruang di tim pabrikan, Zarco ngerasa peluangnya untuk menang dan menjadikan Ducati menjadi tim yang lebih baik semakin besar. Kendati sejenis, Zarco tidak sendirian yang mengincar posisi tim pabrikan Ducati itu.

Johann Zarco

Ada Francesco Bagnaia yang juga masuk ke dalam pembalap yang sedang dipertimbangkan Ducati untuk mengawani Jack Miller di tim pabrikan pada MotoGP 2021. Secara jalan, Bagnaia dan Zarco memiliki jalan yang serupa besar.

Langsung bagaimana caranya agar Zarco mampu memenangkan perebutan satu kursi belakang di tim pabrikan Ducati itu? Ternyata Zarco sudah menemukan solusi untuk menjawab semua hal tersebut.

Jadi, Zarco bermaksud untuk mengincar posisi podium dalam sisa balapan MotoGP 2020. Dia akan berusaha finis di urutan ketiga, posisi kedua, dan syukur-syukur di peringkat pertama. Namun, memimpin balapan bukanlah prioritas utamanya.

Categories
Info

Rossi Akui Motor Suzuki Lebih Cepat ketimbang Yamaha

LESMO – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, belum puas dengan kecepatan YZR-M1 saat berakselerasi. Ia makin menilai YZR-M1 kalah cepat ketimbang motor Suzuki Ecstar, GSX-RR, padahal keduanya sama-sama menggunakan mesin 4 silinder segaris.

Rossi bisa berpendapat seperti itu sesudah tampil di MotoGP Styria 2020 yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Minggu 23 Agustus 2020. The Doctor –julukan Rossi– hanya mampu finis kesembilan dalam balapan tersebut.

Alex Rins (Foto: Laman resmi MotoGP)

Posisi kesembilan Rossi bukan pencapaian yang bisa dibanggakan tetapi Yamaha mensyukuri itu. Sebab, Rossi ironisnya adalah pembalap Yamaha terbaik di Sirkuit Red Bull Ring.

Konco setim Rossi, Maverick Vinales, tidak menyentuh garis finis karena menemui kecelakaan akibat rem blong. Tatkala itu, dua pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli finis di posisi 15 besar. Quartararo menyegel tempat ke-13 sedangkan Morbidelli ada dua posisi di bawahnya.

BACA JUGA: Kecepatan Motor Yamaha Masih Jadi Beban Pikiran Rossi

Hasil sebaliknya justru diterima dua pembalap Suzuki, Alex Rins dan Joan Mir. Rins mampu menyegel posisi keenam sedangkan Mir finis keempat. Mir bahkan bisa memenangkan MotoGP Styria 2020 jika tidak ada fed flag akibat kecelakaan Vinales.

Mir yang waktu tersebut sudah unggul jauh dari para pembalap lain kehilangan posisi perdana ketika balapan dimulai kembali setelah red flag. Kemenangan akhirnya jeblok ke tangan pembalap Red Bull KTM Tech3, Miguel Oliveira.

Categories
Info

Bagnaia Ingin Comeback Spesial di MotoGP San Marino 2020

MISANO – Pembalap Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, kemungkinan besar akan comeback di MotoGP San Marino 2020. Balapan seri keenam musim 2020 itu akan berlangsung di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu 13 September 2020.

Bagnaia tidak tampil dalam tiga balapan terakhir setelah kakinya patah di kecelakaan di sesi latihan terhindar pertama MotoGP Republik Ceko 2020. Bagnaia melewatkan balapan seri Republik Ceko, Austria, dan Styria kelanjutan cedera tersebut.

Francesco Bagnaia (Foto: MotoGP)

Cedera itu muncul bilamana tidak tepat karena Pecco –julukan Bagnaia– sedang dalam prestasi terbaiknya. Bagnaia jadi perbincangan mendalam setelah tampil apik di MotoGP Andalusia 2020 yang digelar pada Sirkuit Jerez, Spanyol.

Bagnaia bersaing dengan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) untuk memperebutkan kemenangan di Sirkuit Jerez. Mau tetapi, Bagnaia bernasib sial karena terjadi masalah teknis pada mesin Desmosedici GP20 tunggangannya.

BACA JUGA: Bagnaia ke Tim Pabrikan, Ducati Incar Muda Valentino Rossi untuk Perkuat Awak Satelit

Bagnaia harus mengakhiri balapan lebih lekas dan gagal meraih podium di musim ini. Pecco bisa membalas kegagalannya itu di MotoGP Republik Ceko 2020 tetapi ia malah kecelakaan sehingga harus absen hingga sekarang.

Pecco kini dalam kondisi yang lebih indah setelah menjalani operasi dan menggunakan proses pemulihan. Bagnaia pun bersiap untuk kembali ke lintasan balap dan bertekad meraih hasil ulung di MotoGP San Marino 2020.

Categories
Info

Belum Juga Moncer, Alex Marquez Curhat Sulitnya Kendarai Motor MotoGP

AALST – Pembalap Tim Repsol Honda, Alex Marquez, mengungkapkan keluh kesahnya yang kesulitan mengatasi motor MotoGP pada musim perdananya. Sebagai pembalap rookie, Alex mengaku masih harus berjuang untuk melakukan adaptasi.

Pada musim lalu, Alex sendiri mampu menunjukkan dominasinya di kelas Moto2 dan keluar sebagai juara dunia. Akan tetapi, setelah musim ini naik kelas, Alex belum bisa menunjukkan tajinya dan tercecer di papan bawah klasemen sementara pembalap MotoGP 2020.

Alex Marquez

Saat ini, ia baru mampu mengoleksi 15 poin dari lima seri balapan MotoGP 2020 yang telah dijalani. Tempat kedelapan yang didapat di MotoGP Andalusia 2020 pun menjadi tempat terbaiknya hingga sejauh ini.

Situasi ini jelas menjadi pertanyaan besar. Pasalnya Alex begitu sulit untuk menaklukkan motor MtooGP utamanya RC213V setelah musim sebelumnya sangat berjaya di Moto2. Namun begitu, Alex pun menjelaskan kesulitannya dalam menaklukkan motor MotoGP.

Baca juga Gaji Alex Marquez Setara Quartararo, Rossi Tertinggi Kedua

“Motor (MotoGP) lebih cepat. Anda harus membayar lebih hanya untuk sebuah kesalahan kecil,” ungkap Alex, mengutip dari Motorsport-Total, Kamis (3/9/2020).

“Sementara di Moto2 Anda bisa mengompensasi kesalahan kecil, tetapi di sini, kecepatan dan bobot yang lebih tinggi berpengaruh lebih besar,” tambahnya.

Categories
Info

Marquez Absen Panjang, Dovizioso Tetap Tak Pede Sabet Gelar Juara

ROMA – Absennya Marc Marquez dalam sejumlah balapan MotoGP 2020 seharusnya menjadi keuntungan bagi Andrea Dovizioso untuk meraih gelar juara dunia. Sebab, selama tiga musim terakhir, Dovizioso hanya kalah dari Marquez.

Selama tiga musim ke belakang, pembalap Mission Winnow Ducati itu sejatinya hanya mampu menempati posisi runner-up. Meski Dovizioso sudah menampilkan performa hebat, namun Marc Marquez masih lebih gemilang.

Tak ayal, ketika kini Marquez harus absen selama tiga bulan akibat mengalami cedera lengan, Dovizioso pun dijagokan untuk bisa menjadi juara. Akan tetapi, pembalap berjuluk Desmo Dovi itu justru tak terlalu percaya diri.

Baca juga: Bela Rossi, Pernat Nilai Perombakan Susunan Pembalap di Yamaha Tak Ada Gunanya

Andrea Dovizioso

Menurut Dovizioso, bukanlah perkara mudah untuk menjadi juara dunia musim ini, meskipun Marquez absen untuk waktu yang lama. Sebab, ban keluaran Michelin yang digunakan dalam Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 memiliki sejumlah kekurangan.

Pada akhirnya, hal itu menyulitkan para pembalap untuk bisa tampil secara konsisten. Dovizioso sendiri tak percaya jika ada orang atau pembalap yang mengaku-ngaku sudah mengetahui cara agar bisa terus tampil bagus di MotoGP 2020 dan menjadi juara dunia.

Karena pada faktanya, saat ini para pembalap juga kesulitan untuk bisa tampil secara konsisten. Fabio Quartararo adalah salah satu contohnya. Meski Quartararo memenangkan dua seri pertama, namun pada tiga balapan berikutnya justru melempem.

Categories
Info

Vinales Ungkap Alasan Gunakan Perangkat Rem Berbeda di MotoGP Styria

MADRID – Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengalami kecelakaan horor kala berlaga dalam gelaran MotoGP Styria 2020 pada Minggu 23 Agustus malam WIB. Melintas di Sirkuit Red Bull Band Spielberg, rem motor Vinales blong yang membuatnya terpaksa melompat ke aspal.

Vinales kehilangan kendali atas motornya saat balapan menyisakan 12 putaran lagi. Memasuki tikungan pertama, YZR-M1 miliknya mengalami kerusakan pada sistem pengereman.

Situasi ini akhirnya membikin Vinales memilih untuk menjatuhkan sendiri ke aspal lantaran laju motornya yang tak bisa dikendalikan lagi. Motor Vinales pun terus melaju hingga menabrak dinding pembatas dan terbakar.

Baca juga: Rossi Punya Kekayaan Mencapai Rp2, 6 Triliun, Berikut Rinciannya

Maverick Vinales

Dalam balapan tersebut, Vinales sejatinya memanfaatkan perangkat rem yang berbeda dri pembalap Yamaha lainnya. Di saat pembalap Yamaha lainnya memilih rem Brembo, Vinales menggunakan sistem pengereman standar.

Diakui oleh Vinales bahwa pada balapan sebelumnya yang dilangsungkan di Spielberg juga, Vinales menggunakan sistem pengereman standar dan itu disebutnya sempurna. Sebab, Vinales tak mengalami masalah apapun.

“Akhir pekan sebelumnya (MotoGP Austria), saya menggunakan cara standar dan itu sempurna. Ya melakukan banyak putaran di belakang pembalap lain dan tidak mengalami masalah, ” beber Vinales, misalnya dilansir dari Motorsport Total, Senin (31/8/2020).

Categories
Info

Alih ke Petronas Yamaha, Valentino Rossi Sabet Podium Ke-200

VALENTINO Rossi membidik tribune di seri keenam MotoGP 2020 yang digelar di Sirkuit Misano, Minggu 12 September 2020. Jika finis tiga besar di Misano, ini merupakan podium ke-200 yang dicetak The Doctor –julukan Rossi– pada kelas premier.

Selain itu, ada satu hal dengan dinanti-nanti Rossi dalam balapan nanti. Sebab di sirkuit inilah, Rossi akan resmi mengumumkan pisah tiang dengan tim pabrikan Yamaha, awak yang dibelanya sejak 2013.

Valentino Rossi

Sekadar informasi, Rossi disebut-sebut akan mencanangkan kepindahannya dari tim Monster Energy Yamaha ke Petronas Yamaha dalam Sirkuit Misano. Sebelumnya medio kamar lalu, manajer Petronas Yamaha, Razlan Razali, mengonfirmasi peresmian Rossi ke tim satelit Yamaha itu hendak diumumkan di Misano.

Karena itu, Rossi akan berjuang mati-matian finis di posisi podium. Sebab, andai meraih podium, Rossi berhasil menunjukkan kepada tim pabrikan Yamaha dirinya memiliki kualitas untuk bersaing di deretan teratas.

Performa minor yang ditunjukkan Rossi dalam beberapa musim terakhir, membuat manajemen Yamaha membuat mutasi. Untuk MotoGP 2021, posisi Rossi digantikan rookie of the year 2019, Fabio Quartararo.

Pembalap berpaspor Prancis itu dipercaya mampu mendongkrak prestasi tim pabrikan Yamaha bersama Maverick Vinales. Karena itu, Rossi dikorbankan dan kudu rela turun kasta ke awak satelit.

BACA SELALU: Main di Kandang, Valentino Rossi Langsung Naik ke Urutan 4 Klasemen MotoGP 2020?

Meski turun ke tim satelit, nantinya Rossi mendapatkan setting-an mesin yang sama persis dengan sado besi yang dimiliki Quartararo & Vinales. Karena itu, menarik menyambut aksi Rossi bersama Petronas Yamaha di MotoGP 2021.

(fmh)

Categories
Info

Joan Mir Kembali Harapkan Hasil Suntuk di MotoGP San Marino 2020

MISANO – Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, berbicara melanda peluangnya di MotoGP San Marino 2020. Rider asal Spanyol tersebut berharap bisa melanjutkan tren membangun yang diraih pada dua balapan sebelumnya.

Mir mengutarakan ia dan timnya bakal memakai waktu jeda kali ini untuk melakukan persiapan yang lebih matang lagi. Rekan satu tim Alex Rin situ berambisi kembali memberikan hasil maksimal bagi timnya di Sirkuit Misano.

“Di Misano beta akan mencoba lagi. Kami bakal melakukan persiapan lebih baik menetapkan hasil yang lebih maksimal tentunya, ” ujar Mir, seperti dilansir dari laman resmi Suzuki Ecstar, Sabtu (29/8/2020).

Berbicara mengenai hasil pada balapan sebelumnya, Mir mengaku cukup percaya diri dengan keecpatannya di lintasan. Situasi tersebut membuatnya semakin yakin mampu bersaing di Misano pada September nanti.

Baca selalu: Lupakan Hasil di Red Bull Ring, Suzuki Incar Podium pada MotoGP San Marino 2020

“Saya merasa hebat sepanjang akhir pekan, dan di balapan pertama saya merasa pasti mampu menang, tetapi di restart hamba harus keluar dengan ban tanda dan sangat sulit menahan pembalap lain, ” sambung rekan satu tim Alex Rins tersebut.

Manajer Teknik Suzuki Ecstar, Ken Kawauchi, mengklaim timnya masa ini tengah fokus melakukan persiapan guna menyambut seri balapan berikutnya. Hasil maksimal di MotoPG San Marino pun jadi target istimewa pabrikan Hamamatsu tersebut.

Categories
Info

Tatap Optimis F1 GP Belgia 2020, Verstappen: Ini Trek Favorit Hamba!

STAVELOT – Pembalap Awak Red Bull Racing, Max Verstappen, menatap optimis balapan di Metode One (F1) GP Belgia 2020. Sebab, ia mengaku sangat menyenangi trek yang tersedia di Gelanggang Spa- Francorchamps, Belgia, yang menjadi tempat digelarnya balapan ini.

Verstappen dan para pembalap lain di F1 memang bakal beraksi lagi pada akhir pasar ini. Memasuki seri ketujuh, para-para pembalap akan tampil di Sirkuit Spa-Francorchamps pada Minggu 30 September 2020 malam WIB.

Max Verstappen

Verstappen sendiri menyambut balapan ini dengan penuh antusias. Sebab, trek di Sirkuit Spa-Francorchamps dinilai memiliki keunikan, ketimbang sirkuit-sirkuit lainnya yang terdapat pada kalender balap F1 2020.

BACA JUGA: F1 GP Belgia 2020, Ambisi Mercedes Hentikan Puasa Kemenangan di Gelanggang Spa

Sebab itu, pembalap asal Belanda itu pun mengaku sudah tak setia untuk mentas di F1 GP Belgia 2020. Verstappen bahkan mengaku sudah menantikan balapan ini layaknya anak kecil yang sedang menginginkan sesuatu.

Meski bergairah, Verstappen tetap menyayangkan balapan tidak bisa digelar dengan penonton musim ini. Padahal, kehadiran penonton dinilai begitu penting karena membuat balapan menjadi berjalan lebih semarak.

Categories
Info

Oleh karena itu Favorit Juara Dunia, Miller Seleksi Nikmati Balapan di MotoGP 2020

SPIELBERG – Pembalap Pramac Ducati, Jack Miller, tampil membuktikan pada beberapa balapan awal musim ini. Rider asal Australia tersebut bahkan berhasil mencapai podium pada dua balapan yang berlangsung dalam Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Hasil positif itu praktis membawa Miller berdiri dalam jajaran teratas klasemen sementara MotoGP 2020. Raihan poin Miller apalagi hanya terpaut 14 angka dari pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo yang menempati posisi teratas.

Melihat performa pada dua balapan terakhir, Miller pun masuk pada daftar salah satu pembalap dengan difavoritkan untuk meraih gelar jago dunia. Hal itu bukan tidak mungkin terjadi meningat persaingan mengiringi pembalap musim ini cukup saksama.

Sebanyak empat pembalap berbeda menjadi juara di lima balapan awal MotoGP 2020. Hal i tu menggambarkan betapa sengitnya persaingan antar pembalap baik sejak tim pabrikan ataupun satelit musim ini.

Baca pula: Tragis, Pol Sesali Kegagalannya Rebut Kemenangan di MotoGP Styria 2020

Apalagi, absennya Marc Marquez (Repsol Honda) selalu membuat persiangan gelar juara semakin sulit untuk diprediksi. Meski serupa itu, Miller sendiri mengaku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu.

Rekan satu tim Francesco Bagnaia itu lebih memilih untuk menikmati balapan musim ini. Baginya, hal terbaik adalah untuk bisa terus tampil konsisten sepanjang MotoGP 2020.